Logo Avond - Branding Agency

Sejak tahun 2016, AKIKO telah menjual parfum wanita. AKIKO merupakan salah satu brand parfum lokal pertama dengan konsep "dupes" yang cukup dikenal oleh masyarakat Indonesia. Dengan kisaran harga yang terjangkau, pengaruhnya sangat mudah untuk masuk dan mengelola pasar mereka secara lokal.

AKIKO ingin melakukan brand refreshment dari citra 'dupes' dan menciptakan merek yang lebih kuat dan hubungan yang lebih kuat dengan audiens mereka melalui desain branding dan familiaritas merek. Itu sebabnya aplikasi merek perlu diprioritaskan, seperti fotografi, desain kemasan, desain cetak, serta engagement pada platform media sosial.

"Semua tidak selalu harus tentang produk. Ada banyak hal penting yang harus diaplikasikan dari identitas brand, seperti: Nilai dan opini brand secara keseluruhan sebagai komunikasi inti untuk mengembangkan citra dan image. Lalu kunci kedua adalah komunikasi melalui medium-medium yang bervariasi. Misalkan melalui media sosial, maupun event offline. Keduanya membutuhkan desain yang tepat untuk menyampaikan branding."

Tantangan

Melalui riset awal pada insight media sosial, engagement AKIKO membutuhkan peningkatan yang signifikan. Pada awalnya visual feed lebih seperti katalog karena fokus brand lebih kepada sales dan bukan komunikasi atau membuat komunitas. Mayoritas konten adalah hard sell dan ads, sehingga branding terabaikan.

Banyak brand lain atau kompetitor yang mendapatkan pertumbuhan pesat melalui fokus membangun komunitas. Ini alasan kenapa branding AKIKO lebih tertinggal.

Social Media Management Akiko by Avond Studio

Solusi

Beberapa hal yang perlu diprioritaskan adalah: branding dan engagement. Lalu adanya line baru untuk refreshment brand yang melekat dengan produk 'dupes': The Gourmand Series. Rangkaian parfum baru dengan tiga aroma berbeda untuk #AKIKODarlings.

Jadi apa yang perlu dilakukan?
Dengan mengembangkan visual baru melalui launching series baru, brand refreshment AKIKO dapat dimulai. Branding, produksi, desain, dan cara komunikasi harus sejalan dengan nilai-nilai brand, seperti inklusivitas, pemberdayaan, hingga body positivity. Konten dikembangkan dengan kesan ramah, namun tetap premium dan elegan. Desain font dan copywriting bersih dan juga elegan, aset visual berkualitas HD dan premium. Peluncuran The Gourmand Series menjadi sesuatu yang fresh dan baru menandai rebranding. Konsep launching bertematik, dengan semburat warna yang berbeda dengan color palette AKIKO yang dominan warna natural coklat.

Akiko Portfolio

Apa Yang Dipelajari

Semua tidak selalu harus tentang produk. Ada banyak hal penting yang harus diaplikasikan dari identitas brand, seperti: Nilai dan opini brand secara keseluruhan sebagai komunikasi inti untuk mengembangkan citra dan image. Lalu kunci kedua adalah komunikasi melalui medium-medium yang bervariasi. Misalkan melalui media sosial, maupun event offline. Keduanya membutuhkan desain yang tepat untuk menyampaikan branding.

Ketiga variabel tersebut berperan untuk menciptakan brand yang mudah dipahami yang menyampaikan komunikasi yang jelas bagi AKIKO sebagai brand.

Akiko Feed Instagram Planning
Product Packaging Akiko by Avond Studio
Packaging Akiko by Avond Studio
Social Media Post Akiko by Avond Studio
Product Phtography

Berasal dari kata pure, nama PURA terinspirasi dari kemurnian sumber produk.

Dimulai sebagai pelopor merek lokal untuk produk garam himalaya, PURA memperluas pilihan produk sehat mereka selama bertahun-tahun. Ide utama di balik PURA adalah menjadi merek yang bersih, premium, sehat, dan higienis. Awalnya, tidak ada arahan desain khusus, sehingga merek ini dibangun dari awal. Namun, tujuan utamanya adalah menyediakan produk dapur yang lebih baik untuk dikonsumsi di Indonesia. Target pasar yang mereka kejar adalah para ibu muda, karena mereka semakin sadar akan gaya hidup sehat. Mereka adalah puncak pendukung untuk kehidupan yang lebih baik, yang dimulai dari konsumsi.

PURA’s marketing positioning refers to the ability to influence consumer perception regarding product relevancy to competitors.
Tidak ada merek bumbu lokal lain di Indonesia yang berfokus pada gaya hidup dan konsumsi sehat pada saat itu. Mayoritas merek garam di Indonesia lebih mengedepankan faktor ekonomis, karena sebagian besar merupakan produk garam dapur biasa. Salah satu kompetitor utama PURA bukanlah merek lokal, melainkan merek impor. Kesimpulannya, PURA ingin memperkenalkan sebuah merek yang sederhana dengan pesan yang kuat di baliknya.

“PURA is the pioneer of himalayan salt local brand in Indonesia, as their first main product was himalayan salt. A premium looking branding, which contrasts the current condiment design which rarely tackles on branding, certainly makes PURA more unique.”

Tantangan

Dari fokus utama tersebut, ada juga misi untuk mematahkan stigma bahwa garam, bumbu, dan bahan dapur lainnya adalah sesuatu yang biasa, umum, dan membosankan. Ketika calon konsumen berhenti dan menatap PURA, mereka dapat melihat sesuatu yang baru dan segar, dengan desain yang memikat sekaligus mendapatkan kepercayaan pada pandangan pertama. Produk harus mudah dikenali dan juga menonjol di rak pajangan. Di sisi lain, desainnya harus terlihat premium seperti merek impor, tanpa terlihat terlalu mahal dan tidak terjangkau. Hal ini mengarah pada satu tantangan: bagaimana desainnya akan berhasil? Pesan utama PURA adalah gaya hidup sehat berkualitas tinggi. Ini bukan garam dapur biasa, melainkan sebuah kebiasaan yang sehat.

Tapi, bagaimana ?

supermarket

Solusi

Apa yang orang pikirkan tentang garam himalaya? Sebagian besar dari mereka mengatakan tiga kata ini: premium, sehat, dan merah muda. Dan dengan itu, sebuah kanvas kosong siap untuk dilukis. Ketiga kata tersebut digabungkan untuk menyusun strategi kami dalam mengkurasi merek terbaik yang mencerminkan nilai-nilai inti PURA.

Bagaimana cara terlihat premium tanpa terlihat mahal?

Jawaban singkatnya? Warna biru yang ambigu (sejuk tetapi juga ramah dan mudah didekati) dengan sedikit kehangatan.

Warna biru yang kita pilih akan memiliki efek yang berbeda tergantung pada bagaimana kita menggunakannya. Untuk branding, warna biru menonjolkan elemen bersih, premium, dan dapat dipercaya dari merek, tetapi pada saat yang sama dapat digunakan dalam elemen yang menyenangkan dan mudah didekati ketika digunakan dalam kemasan dan media sosial. Sementara kemasannya memiliki lebih banyak petunjuk warna yang lebih dingin (dominan biru) di seluruh lini produk, gambar dan elemen grafis tertentu menghilangkan kesan dingin. Media sosial terlihat lebih hangat dan sesuai dengan target pasar PURA. Selain warna biru, karena target pasar utamanya adalah ibu-ibu dan ibu-ibu muda, warna merah muda himalaya digunakan sebagai aksen warna. Palet warna lainnya terbatas pada warna hitam, abu-abu, hingga putih. Ketiga warna kontras ini saling menyeimbangkan satu sama lain dengan sempurna untuk menemukan keseimbangan yang dibutuhkan Pura: keseimbangan. Keseimbangan yang premium namun tetap dapat didekati.

Pura Seasoning Himalayan Salt

Apa Yang Dipelajari

Fungsi adalah kunci.

Looking good is essential, but function is the most important. The statement comes from overall elements that focus on value of function and construct PURA into the clean and trustworthy brand. The ambiguous blue and himalayan pink accent amplify each other to build a brand that is reliable in front of the target market. The appealing and functional packaging design also means to highlight the unboxing experience that impacts impromptu promotion across social media.

Dari hasil akhir yang lengkap hingga produksi fisik dan visual, PURA berusaha untuk menciptakan branding yang kuat melalui nilai dan pesan merek yang konsisten untuk membantu mereka berkembang lebih jauh.

Pura Himalayan Salt Packaging
Pura Food Powder Anchovy Packaging
Pura Flyer Poster
Pura Indonesia Brand Identity
Pura Hampers Packaging