STOP Lakukan Kesalahan Ini Saat Rebranding

Kalau kamu adalah pemilik bisnis yang sedang memikirkan sesuatu yang baru untuk bisnismu, bisa saja kamu jadi familiar dengan sebutan ‘rebranding’ setelah cari-cari informasi di Google seperti ‘contoh branding unik’ setelah memahami pengertian branding itu sendiri.

Sebelum berangkat lebih jauh, perlu diketahui bahwa rebranding itu sendiri memiliki spektrum yang luas. Namun, semuanya tetap memerlukan strategi branding yang matang. Sederhananya, rebranding adalah perubahan citra bisnis. Contoh rebranding bisa saja rebranding produk jadi lebih inovatif, atau perubahan visual untuk kesan lebih positif.

Tujuan rebranding bisa jadi untuk mempertahankan brand agar tetap relevan untuk audiens dan zamannya, namun sangat riskan untuk gagal jika tidak memiliki strategi marketing yang masak. Berikut adalah 6 kesalahan rebranding yang sering dilakukan oleh para pemilik bisnis, baik secara sengaja maupun tidak sengaja.

 

Tidak memiliki tujuan 

Rebranding artinya perubahan visual yang besar, dan tentu saja memerlukan biaya yang tidak sedikit. Dengan adanya uang (yang lumayan banyak) dilibatkan dalam proses rebranding, ‘cuma pengen’ belum bisa jadi alasan yang cukup untuk membuat strategi pemasaran yang baik. 

Coba pikirkan jawaban dari pertanyaan ini; kenapa harus rebranding?. Bisa saja jawabannya karena tujuan awal untuk menciptakan komunitas audiens yang kuat belum tercapai dengan branding yang sekarang, atau brand tidak bisa diterima dengan baik oleh audiensnya, atau bisa saja kamu ingin menyampaikan pesan spesifik yang tidak sesuai dengan visual yang ada.

Apapun alasannya, tujuan rebranding perlu didefinisikan secara jelas dan deskriptif agar bisa menjadi dasar strategi marketing yang kuat. 

 

Bingung apa yang harus diganti

Kesalahan selanjutnya adalah, ingin mengganti kesan dari brand, namun bingung apa yang perlu diganti. Apakah logonya? Warna? Atau tone of voice yang digunakan untuk berkomunikasi dengan audiens?

Perencanaan rebranding perlu setidaknya satu perubahan spesifik agar bisa menjadi landasan untuk strategi branding yang baru. Tergantung dari perubahan yang akan diterapkan pada brand, pengenalan dan strategi pemasarannya akan berbeda pula.

 

Tidak menggunakan data

Melakukan rebranding bisa saja mengubah target audiens, sekecil apapun perubahan tersebut. Dengan memahami perbedaan target audiens lama dan baru akan memberikan arahan rebranding yang lebih jelas, karena pendekatan brand bisa saja berubah pula.

Biasakan untuk memulai proses rebranding dengan wawancara diri sendiri tentang keinginan pada brand. Setelah visi brand sudah jelas, mulai lakukan ulang analisis riset pasar dan analisis kompetitor dari awal untuk memperjelas tujuan rebranding.

 

Tidak paham loyalitas audiens

Bagi brand yang sudah memiliki audiens sebelumnya (besar maupun kecil), jangan terkejut bila melihat penolakan dari segelintir audiens. Hal ini karena audiens yang sudah mengikuti brand sejak awal bisa saja telah memiliki koneksi tersendiri dengan brand, sehingga akan memerlukan waktu untuk menerima perubahannya.

Sedikit tips kecil untuk menghadapi penolakan audiens adalah dengan menyisakan satu bagian kecil dari branding yang lama agar tetap dapat dikenali oleh audiensnya. Bukan berarti rebranding seutuhnya adalah hal buruk. Sah-sah saja jika ingin rebranding dari awal, asal paham akan kebutuhannya.

 

Tidak berkonsultasi

Terakhir, tidak berusaha dipraktikan pelan-pelan. Berdiskusi dan mencari masukan akan memberikan pandangan baru yang bermanfaat. Selain dari lingkungan sekitar dan audiens sendiri, berkonsultasi dengan profesional bisa jadi pilihan bagus, terutama jika kamu tidak memiliki keahlian di bidang branding itu sendiri.

 

Intinya, Jangan Rebranding Setengah-Setengah

Singkatnya, rebranding bisa jadi jawaban yang tidak disadari untuk permasalahan bisnis, apalagi jika diikuti dengan bantuan dari ahlinya untuk membimbingmu dalam seluruh proses rebranding yang kompleks. Untungnya, Avond Studio bukan hanya pembimbing, tapi juga eksekutor, desainer, dan konseptor untuk rebrandingmu. Jadi, langsung saja hubungi kami!

Table of Contents
Logo Avond - Branding Studio

Avond Studio

Ruko Rungkut Megah Raya, B-29

Kali Rungkut, Kec. Rungkut, Surabaya, Jawa Timur 60293

Whatsapp : +6285100100567

Berita Terbaru tentang Avond Studio

Hubungi kami di WhatsApp untuk memulai perjalanan branding Anda hari ini!

Jelajahi portofolio kami yang luar biasa.

Setiap proyek dalam portofolio kami menunjukkan kemampuan kami untuk memahami visi unik klien kami dan mengubahnya menjadi kenyataan. Tim profesional kami yang berbakat berkolaborasi erat dengan setiap klien, memastikan bahwa setiap aspek proyek mencerminkan identitas merek mereka dan beresonansi dengan audiens target mereka.