Sejak diluncurkan pada tahun 2015, Shopee telah menjadi platform belanja online favorit di Asia Tenggara. Banyaknya pilihan penjual di Shopee, mulai dari pernak pernik kecil hingga bermacam-macam brand lokal, membuat Shopee jadi pilihan anak muda.
Namun, popularitas ini diikuti dengan brand image yang sudah khas, terutama setelah melihat dari contoh pengguna yang menjadi target audiensnya. Pengguna Shopee dikategorikan sebagai penggemar barang-barang dengan harga terjangkau, sehingga memberikan citra merek yang ‘murah’ pula.
Di Indonesia sendiri, Shopee sudah menjadi bagian dari budaya modern dengan sebutan yang akrab di telinga generasi muda, yaitu ‘outfit Shopee’. Sebutan ini biasanya merujuk pada pakaian murah namun terlihat bagus dan trendy.
Shopee telah terbiasa dengan citra ini selama hampir 10 tahun sebelum akhirnya meluncurkan fitur baru di bulan Januari 2024 lalu yang bertajuk Shopee High-End Brands. Fitur baru ini bisa saja menciptakan perubahan untuk platformnya sendiri, khususnya pada brand image yang telah terafiliasi dengan audiens menengah ke bawah. Artikel ini akan membahas perubahan Shopee dari segi strategi pemasaran dan bagaimana persepsi audiens akan identitas brand Shopee untuk ke depannya.
Coba Strategi Target Pasar Baru
Shopee High-End Brands memperkenalkan desainer fashion ternama seperti Sebastian Gunawan, Tex Saverio, Harry Halim, Didiet Maulana, and Ghea Panggabean, kepada masyarakat umum yang lebih luas.
Fitur ini memiliki tampilan baru untuk Shopee dengan user interface yang berbeda dan tampilan produk 360°. Tampilan fitur yang minimalis dan premium merepresentasikan jajaran luxury brand yang ditawarkan dengan kisaran harga berbeda dari Shopee yang biasa, yaitu mulai dari 2 juta rupiah.
Perbedaan yang mencolok ini menjadi penentuan target pasar yang berbeda untuk Shopee High-End Brands dan Shopee biasa. Shopee High-End Brands berhasil membuka peluang brand untuk dapat menjangkau segmentasi pasar baru, yaitu audiens kelas atas.
Perubahan segmentasi audiens ini tidak hanya memberikan insight audiens baru untuk Shopee, namun juga brand image yang berbeda pula. Hanya tinggal menunggu waktu sebelum Shopee dikenal sebagai kurator eksklusif koleksi para desainer fashion ternama Indonesia, selain dengan citra ikoniknya yaitu sumber pakaian terjangkau dan pernak pernik unik.
Dari perspektif branding dan marketing, Shopee High-End Brands adalah cara membuat brand bisa naik kelas tanpa perlu meninggalkan branding yang sudah terbentuk, karena Shopee dengan harga terjangkau masih bisa diakses oleh publik. Hal ini menjadi contoh kasus branding yang spesial di mana sebuah brand memiliki dua brand image berbeda, namun tetap konsisten untuk setiap citranya.
Bantu Kembangkan Industri Fashion Indonesia
Industri fashion Indonesia memiliki potensi untuk dapat bersaing di kancah internasional, namun belum memiliki eksposur yang cukup untuk dapat menyorot kemampuan para desainer lokal kepada audiens yang lebih luas. Dengan kategori khusus dari Shopee, produk fashion high-end akan bisa jadi lebih mudah untuk diakses masyarakat luas.
Menurut Eksekutif Direktur Shopee, fitur Shopee High-End Brands juga bertujuan untuk mengembangkan industri fashion Indonesia. Selain tersedia di Indonesia sendiri, fitur ini juga dapat diakses di Singapura, Malaysia, Thailand, dan Filipina, sehingga dapat membantu desainer lokal untuk memasuki pasar internasional.
Mengubah Brand Image itu Rumit
Para pemilik bisnis bisa saja mencoba untuk memiliki citra merek (brand image) yang mereka inginkan, dan dengan branding yang baik, tentunya akan sangat mungkin tercapai. Namun jika audiens tidak berhasil menangkap brand image yang telah berusaha disampaikan karena hal yang tidak dapat diantisipasi, brand image tersebut masih bisa diganti dengan hal-hal kecil namun terencana. Untuk itu, kamu bisa menghubungi Avond Studio untuk membahas kelanjutan dari brand-mu.