Art vs Design

Seni dan Desain, Serupa tapi Tak Sama

Setiap harinya, kita selalu dikelilingi oleh karya seni, baik kita sadari atau tidak. Gambar di kaos favoritmu, lukisan di ruang keluargamu, bahkan pada setiap aplikasi di ponsel. Sederhananya, seni sudah menjadi kebutuhan kita. Bayangkan jika manusia hanya melihat deretan teks panjang setiap hari, tanpa adanya hiasan visual kreatif untuk menstimulasi otak. Dengan minimnya stimulasi visual, tingkat stress bisa jadi hal terakhir yang mengganggu pikiranmu.

Kreasi visual itu sendiri adalah konsep yang luas. Ada desain grafis, ilustrasi, lukisan, dan bentuk seni lainnya, meskipun keseluruhannya termasuk dalam definisi visual yang aesthetic dan proses pembuatan gambar, atau bisa juga dikatakan sebagai ‘seni’. ‘Bisa’ dikatakan, karena dalam dunia kreatif, terdapat perbedaan yang fundamental antara desainer grafis, seniman, illustrator, dan titel lainnya dalam industri kreatif.

Dalam artikel ini akan dibahas lebih dalam mengenai perbedaan dari banyak seni visual, khususnya cabang industri kreatif yang paling umum, yaitu kategori seni rupa dan desain grafis. Dari keterampilan dasar hingga tujuan dari pembuatannya, baik seni rupa ataupun desain memiliki pendekatan yang berbeda dalam berkreasi.

 

Keterampilan yang mirip tapi berbeda

Sekilas, seniman seni rupa dan desainer grafis terlihat seperti memiliki kemampuan yang sama. Yang jelas, keduanya sama-sama memiliki selera estetika yang baik, jiwa kreatif, dan keterampilan yang baik dalam berbagai macam alat dan teknik. Namun jika dilihat lebih jauh lagi, dapat terlihat perbedaan yang lumayan mencolok antara keduanya.

Seniman menghasilkan karya seni murni—seringkali karya yang emosional dan penuh makna. Seni murni tidak hanya membutuhkan jiwa kreatif saja. Karya seni yang begitu personal memerlukan kemampuan artistik dan insting yang sudah mendarah daging agar dapat bekerja secara intuitif. Kemampuan ini seringkali disebut sebagai bakat bawaan dari lahir.

Art vs. Design

Namun, desainer memiliki pendekatan yang lebih metodologis. Desainer tidak hanya mengekspresikan diri mereka dalam karyanya, namun desainer lebih mengandakan kemampuan desain dan komunikasi visual dibandingkan keahlian artistiknya yang intuitif. Kemampuan desain dapat dipelajari dengan latihan yang menahun. Seni grafis mereka menggunakan prinsip desain dan teori visual untuk menyampaikan pesan dan mendapatkan respon yang diinginkan.

 

Punya interpretasi ‘seni’ sendiri

Untuk desainer, seni adalah alat untuk memecahkan masalah atau sebuah cara untuk mengkomunikasikan ide dan pesan. Desain adalah sebuah jawaban untuk, misalnya, menginformasikan followers mengenai produk baru dan membuat mereka tertarik dengan sekali lihat. Desainer perlu menyeimbangkan kreativitas dan fungsionalitas untuk memastikan hasil karya mereka tidak hanya terlihat menarik, namun juga bisa memenuhi tujuannya.

Sebaliknya, konsep seni dari seorang seniman adalah ekspresi diri. Seni menjadi sarana personal seorang seniman untuk menyalurkan perasaan dan pikirannya. Mereka membuat seni untuk diri mereka sendiri tanpa harus memikirkan penyampaian pesan yang efektif. Mereka memiliki pemaknaan seni masing-masing tanpa perlu mengarahkan para audiensnya kepada interpretasi tersebut karena karyanya yang bersifat subyektif.

 

Media eksperimen yang terbatas

Kanvas seorang desainer grafis umumnya adalah kanvas digital dengan banyak elemen visual 2D. Meskipun desainer bisa bereksperimen dengan teknik dan style yang berbeda, lingkup kerja mereka seringkali lebih terbatas dibandingkan dengan seniman. Hal ini dikarenakan adanya objektif yang sangat spesifik untuk karyanya—penyampaian pesan—, yang biasanya hanya memerlukan gambar digital untuk acuannya.

Di sisi lain, seniman memiliki kebebasan untuk membuat apa pun untuk menjadi kanvas mereka. Dari kanvas lukis tradisional hingga instalasi avant-garde, seniman terus menguji batasan kreativitas dengan eksperimen menggunakan beragam bentuk, material, hingga tekstur. Tidak hanya media yang tak terbatas, seniman juga bisa mencoba banyak teknik inkonvensional untuk mengekspresikan diri. Hasil karya seni rupa murni mereka mampu melampaui batasan seni tradisional.

 

Tiap karya memiliki tujuan sendiri

Mungkin salah satu perbedaan yang paling mencolok antara seniman dan desainer terdapat pada tujuan dari kreasinya. Karya seni grafis memiliki tujuan untuk memenuhi kebutuhan yang jelas, seperti desain website, desain kemasan produk, hingga periklanan media sosial, semua bertujuan jelas: berkomunikasi, menginformasikan, atau memengaruhi. Desainer juga sangat berdekatan dengan industri bisnis, sering kali bekerja sama dengan klien untuk membantu mereka menyampaikan pesan.

Sebaliknya, seni murni bisa terwujud tanpa tujuan apa pun. Seni rupa murni tidak harus selalu memiliki fungsi atau dibuat secara komprehensif. Karya seni murni berfungsi untuk menyalurkan passion, keingintahuan, dan keinginan untuk mengeksplorasi kreativitas. Meskipun banyak karya seni murni yang memiliki makna sosial dan budaya yang mendalam, tidak sedikit pula seni murni yang ditujukan hanya untuk menjadi hiasan visual atau saluran penyalur hobi.

 

Seni Itu Kompleks

Pada intinya, perbedaan antara seni dan desain terdapat pada alasan pembuatan dan tujuannya. Meskipun keduanya adalah satu dari cabang kreatif, baik seni dan desain memiliki niche yang berbeda dalam industri kreatif. Proses seni dari seoang seniman mengandalkan momen-momen inspiratif, sedangkan desainer lebih terfokus dalam menyampaikan pesan dari klien, biasanya perusahaan dan brand, kepada audiens. Jadi jika kamu memerlukan desainer yang super kreatif untuk bisnismu (SANGAT penting agar audiens memahami bisnismu), Avond Studio berada tepat di tengah kreativitas dan fungsionalitas.

Table of Contents
Logo Avond - Branding Studio

Avond Studio

Ruko Rungkut Megah Raya, B-29

Kali Rungkut, Kec. Rungkut, Surabaya, Jawa Timur 60293

Whatsapp : +6285100100567

Berita Terbaru tentang Avond Studio

Hubungi kami di WhatsApp untuk memulai perjalanan branding Anda hari ini!

Jelajahi portofolio kami yang luar biasa.

Setiap proyek dalam portofolio kami menunjukkan kemampuan kami untuk memahami visi unik klien kami dan mengubahnya menjadi kenyataan. Tim profesional kami yang berbakat berkolaborasi erat dengan setiap klien, memastikan bahwa setiap aspek proyek mencerminkan identitas merek mereka dan beresonansi dengan audiens target mereka.