{"id":4901,"date":"2023-12-08T17:07:31","date_gmt":"2023-12-08T10:07:31","guid":{"rendered":"https:\/\/avondstudio.com\/?post_type=project&#038;p=4901"},"modified":"2024-11-08T15:54:32","modified_gmt":"2024-11-08T08:54:32","slug":"font-vs-typeface-the-2-pillars-of-typography","status":"publish","type":"project","link":"https:\/\/avondstudio.com\/idn\/project\/font-vs-typeface-the-2-pillars-of-typography\/","title":{"rendered":"Perbedaan Font dan Typeface: 2 Dasar Typography"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai pemilik bisnis, menyampaikan pesan tidak hanya tentang menulis teks. Tentu, foto dan gambar adalah visualisasi yang baik untuk identitas brand, tapi akan kurang maksimal jika tidak diikuti dengan penggunaan teks yang baik.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, teks tidak hanya berisi informasi tambahan untuk memastikan pembaca dapat memahami dengan jelas. Teks juga berfungsi sebagai efek \u2018WOW\u2019 tambahan untuk brand, serta menimbulkan perasaan yang tepat pada audiens.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perasaan dihasilkan dari visual teks tersebut, terutama pada teks yang tidak memiliki banyak copywriting. Disney tidak akan memiliki efek menyenangkan yang sama jika hanya ditulis pada kertas biasa tanpa desain dan ornamen.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image alignnone is-resized wp-image-4916\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1050\" height=\"441\" src=\"https:\/\/avondstudio.com\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Disney_wordmark.svg.png\" alt=\"Disney Typography\" class=\"wp-image-4916\" style=\"width:524px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/avondstudio.com\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Disney_wordmark.svg.png 1050w, https:\/\/avondstudio.com\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Disney_wordmark.svg-980x412.png 980w, https:\/\/avondstudio.com\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/Disney_wordmark.svg-480x202.png 480w\" sizes=\"(min-width: 0px) and (max-width: 480px) 480px, (min-width: 481px) and (max-width: 980px) 980px, (min-width: 981px) 1050px, 100vw\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Disney Typography<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kesan yang berbeda pada teks tertulis adalah hasil dari seni tipografi dari desainer grafis. Bagi yang tidak familiar dengan desain grafis, mungkin saja perbedaan ini disebabkan oleh perbedaan font pada logo dan tulisan kertas.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kesimpulan tersebut tidak sepenuhnya salah, tapi sebutan yang tepat adalah typeface, bukan font. Kebanyakan orang merujuk pada seluruh aspek desain tulisan sebagai font, tanpa menyadari kalau ada nama sendiri untuk merujuk pada desain tulisan.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dua elemen utama dalam tipografi meliputi font dan typeface. Keduanya punya peran tersendiri dalam pembentukan huruf tipografi. Dalam tulisan ini akan dibahas kesalahpahaman umum mengenai kedua istilah tersebut, mulai dari pemahaman tentang tipografi itu sendiri.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><b>Apa itu Typography?<\/b><\/h2>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tipografi adalah seni membuat tulisan terlihat lebih menarik, serta memastikan keterbacaan dalam tulisan. Perlu skill khusus untuk menyusun dan memilih typeface, font, spacing, jarak, dan ukuran yang tepat agar sesuai pada ruang yang tersedia.<\/span><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" width=\"1556\" height=\"1039\" src=\"https:\/\/avondstudio.com\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/alexander-andrews-zw07kVDaHPw-unsplash-1.jpg\" alt=\"typography\" class=\"wp-image-4919\" srcset=\"https:\/\/avondstudio.com\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/alexander-andrews-zw07kVDaHPw-unsplash-1.jpg 1556w, https:\/\/avondstudio.com\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/alexander-andrews-zw07kVDaHPw-unsplash-1-1280x855.jpg 1280w, https:\/\/avondstudio.com\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/alexander-andrews-zw07kVDaHPw-unsplash-1-980x654.jpg 980w, https:\/\/avondstudio.com\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/alexander-andrews-zw07kVDaHPw-unsplash-1-480x321.jpg 480w\" sizes=\"(min-width: 0px) and (max-width: 480px) 480px, (min-width: 481px) and (max-width: 980px) 980px, (min-width: 981px) and (max-width: 1280px) 1280px, (min-width: 1281px) 1556px, 100vw\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi singkatnya, tipografi adalah penampilan sebuah teks. Tipografi mendukung tone of voice dari teks sekaligus sifat personality dari brand. Berikut adalah alasan kenapa tipografi sangat penting dalam desain, dan bagaimana tipografi bisa membuat brand terlihat lebih menarik.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><h3 style=\"font-size: 14px;\"><strong>Mudah dibaca<\/strong><\/h3><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Komposisi warna, susunan, dan desain akan mempengaruhi prinsip tipografi dalam kemampuan mata untuk dapat membaca teks. Warna kontras akan mudah dibaca, dan alur baca yang mulus akan mencegah salah paham dari informasi yang disediakan.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><h3 style=\"font-size: 14px;\"><strong>Menarik perhatian<\/strong><\/h3><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Paragraf yang membosankan tidak akan jadi semenarik teks yang bold dan berwarna. Jika pembaca tidak tertarik untuk membaca informasi, maka komunikasi visual antara brand dan audiens akan sia-sia.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><h3 style=\"font-size: 14px;\"><strong>Memperkuat identitas brand<\/strong><\/h3><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika brand yang fun menggunakan Helvetica pada logonya, akan ada kejutan untuk audiensnya. Helvetica dikenal dengan kesan yang minimalis, jadi audiens tidak akan membayangkan brand yang menyenangkan jika melihat Helvetica.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><h3 style=\"font-size: 14px;\"><strong>Visual yang tematik<\/strong><\/h3><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Teks berwarna gelap cocok untuk tema misteri. Ini menjadi tugas desainer untuk memastikan mereka tidak akan menggunakan teks dalam warna neon pink atau kuning cerah.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><b>Font vs. Typeface<\/b><\/h2>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi pertanyaanya adalah, apa itu typeface tipografi? Atau font tipografi? Apa perbedaan font dan typeface?<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kebanyakan orang menyebut keduanya secara bergantian, atau malah hanya menyebut font untuk semua desain teks. Untuk meluruskan kesalahpahaman ini, font dan typeface adalah dua hal berbeda, dan font bukan jenis tulisan yang dipikirkan kebanyakan orang.<\/span><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image alignnone wp-image-4921\"><img decoding=\"async\" width=\"1100\" height=\"619\" src=\"https:\/\/avondstudio.com\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/1_ScX40gMiAltFAxs_AhcXWw.webp\" alt=\"Difference Typeface and Font\" class=\"wp-image-4921\" srcset=\"https:\/\/avondstudio.com\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/1_ScX40gMiAltFAxs_AhcXWw.webp 1100w, https:\/\/avondstudio.com\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/1_ScX40gMiAltFAxs_AhcXWw-980x551.webp 980w, https:\/\/avondstudio.com\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/1_ScX40gMiAltFAxs_AhcXWw-480x270.webp 480w\" sizes=\"(min-width: 0px) and (max-width: 480px) 480px, (min-width: 481px) and (max-width: 980px) 980px, (min-width: 981px) 1100px, 100vw\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Perbedaan Typeface dan Font <em>(Sumber : Medium Elias Ruiz Monserrat)<\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Style desain keseluruhan karakter, termasuk huruf, angka, dan simbol, termasuk dalam definisi typeface. Mudahnya, style yang dikenal banyak orang seperti Times New Roman, Arial, atau Garamon, adalah contoh dari typeface.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sedangkan font merujuk pada variasi dari typeface. Font meliputi detail atribut dari typeface, seperti ukuran dan ketebalan. Contoh font adalah bold, light, dan italic.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi jika kamu ingin kesan tertentu untuk brand, yang diganti adalah typeface, bukan font.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><b>Intinya<\/b><\/h2>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Font mungkin bukan yang dimaksud banyak orang jika mereka bilang, \u201cCoba ganti font.\u201d Tapi, bukan berarti hal ini selalu merujuk pada typeface. Jangan terburu-buru untuk mengganti typeface jika dirasa kurang cocok, tapi coba eksplor ukuran font dulu.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau kamu tidak yakin bisa memilih typeface yang cocok untuk brand, sekaligus font yang tepat, serahkan saja pada creative agency yang menyediakan jasa desain dan logo. Di Avond Studio, membuat tipografi yang ikonik sudah jadi rutinitas sehari-hari. Jadi, coba hubungi kami, biar kami yang desain untuk bisnismu!<\/span><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>As a business owner, you need to know that delivering a message needs more than writing a typography. Yes, the pictures and images are great visualizations of your identity, but it might come off as bland if you don\u2019t utilize your words correctly. However, texts don\u2019t just contain additional information to ensure clear understanding. It [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":4918,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","meta":{"_et_pb_use_builder":"","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"project_category":[],"project_tag":[],"class_list":["post-4901","project","type-project","status-publish","has-post-thumbnail","hentry"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/avondstudio.com\/idn\/wp-json\/wp\/v2\/project\/4901","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/avondstudio.com\/idn\/wp-json\/wp\/v2\/project"}],"about":[{"href":"https:\/\/avondstudio.com\/idn\/wp-json\/wp\/v2\/types\/project"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/avondstudio.com\/idn\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/avondstudio.com\/idn\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4901"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/avondstudio.com\/idn\/wp-json\/wp\/v2\/project\/4901\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9211,"href":"https:\/\/avondstudio.com\/idn\/wp-json\/wp\/v2\/project\/4901\/revisions\/9211"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/avondstudio.com\/idn\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4918"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/avondstudio.com\/idn\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4901"}],"wp:term":[{"taxonomy":"project_category","embeddable":true,"href":"https:\/\/avondstudio.com\/idn\/wp-json\/wp\/v2\/project_category?post=4901"},{"taxonomy":"project_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/avondstudio.com\/idn\/wp-json\/wp\/v2\/project_tag?post=4901"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}